Kumpulan Puisi-puisi Oleh: Udin Laduna

” Pelita di Ujung Langit”, Ke-2

Kisah pada helai malam yang terurai
Dihempas angin hingga keujung langit
Terombang ambing di lautan lepas tak bertepi
Dan rela hancur sampai berkeping

Duhai…, pelita hati yang kian buram terkikis oleh para pelangi
Jadi minyakmu kan terpatri bersama para sayap – sayap mungil
Agar kepakan kan slalu disinari oleh cahya tuntunan
Dalam kabut kelabu yang kini masih mengelilingi puncak harapan

____________

” Kidung Petapa “

Baca Juga:  Kumpulan Puisi-puisi Oleh: Udin Laduna

Termenung dilembah hina
Terpaku ditebing dina
Tersungkur dihamparan nista
Terjerembat dilumpur dosa

Butir suci, sudut mata
Kilau nian, pancar cahya
Duka bahagia, baur rasa
Luah hasrat, petapa nestapa

_____________

” Syair sumbang “

Pujangga nestapa, syair sumbang
Getir sayat, bilah sembilu
Cari lembaran, waktu hilang
Lanjut langkah, kelana waktu

Terhanyutkan, lena buaian
Terlelapkan, detik tiduran
Nian mimpikan, sejati khayalan
Nan jelmakan, esok kemudian

Lelah diraut wajah
Letih terukir sudah
Senyum simpul, tutupi jua
Berbagi rasa, apa daya

Baca Juga:  Kumpulan Puisi-puisi Oleh: Udin Laduna

Kata pisah, mengapa…?
Gumam pasrah, kenapa…?
Bakti kami, belumlah…!
Jihad kami, tiadalah…!

_____________

” Petapa dan Mezbah Gelap “

Dikau…samudra yang terdalam
Dikau…bumi yang berlumpur
Segala sikapan dibuat denganmu
Bersama dalam kegelapan

Wahai…mutiara yang karam
Wahai…intan yang terkubur
Semua lakuan dijalani denganmu
Bersama dalam kegelapan

Dalam gelap kami meronta
Dalam Mezbah kami meminta
Dalam gelap kami ternoda
Dalam Mezbah kami hampa

Hanya dengan gelap kami berusaha
Hanya dengan gelap kami tahu
Bahwa terangnya cahaya itu adanya
Bahwa yang terbias hanya membisu

Baca Juga:  Kumpulan Puisi-puisi Oleh: Udin Laduna

Hanya dengan kegelapan kami tahu terangnya cahaya
Hanya dgn kegelapan ini kami ingin pertahankan cahaya
Sampai kami tahu mengerti dan faham cahaya ini
Sampai kami kembali terkubur dalam kegelapan ini

By; Udin Laduna

*Udin Laduna, nama asli Amiruddin, kelahiran Watan Soppeng, Sulawesi Selatan
Berdomisili di Mabes Yayasan Laduna Ilma Nurul Insan
Lolak Tombolango, Kec. Lolak, Bolaang Mongondow.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY