Ini Porsi Makan Sesuai Anjuran Rasulullah SAW, Tetap Kenyang dan Sehat

  • Whatsapp
Foto : Ilustrasi.
banner 468x60

BFOX, JAKARTA – Rasulullah SAW menganjurkan untuk makan secukupnya. Beliau bahkan mencontohkan porsi makan yang ideal, makan kenyang tapi juga sehat.
Dalam ajaran Islam, tidak diperbolehkan melakukan segala hal secara berlebihan, termasuk urusan makan. Rasulullah SAW mengajarkan banyak hal soal urusan makan, bukan hanya adab makan saja tetapi juga jenis makanan dan porsinya.

Rasulullah SAW menyarankan untuk makan secukupnya dan tidak berlebihan. Setiap orang memiliki kapasitas perut yang berbeda namun Rasulullah SAW menganjurkan untuk makan sepertiga ukuran lambung alias tidak sampai kekenyangan.

Bacaan Lainnya

Ini Porsi Makan Sesuai Anjuran Rasulullah SAW, Tetap Kenyang dan Sehat

Dalam hadis Miqdam bin Ma’dikarib yang diriwayatkan Imam Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda:

“Tiada tempat yang paling buruk yang dipenuhi oleh manusia daripada perutnya. Cukup bagi anak Adam beberapa suap saja untuk menegakkan tulang belakangnya. Jika tidak, maka sepertiga (dari perutnya) untuk makanannya, sepertiga lagi untuk air, minumannya dan sepertiga lagi untuk nafasnya.”

Dalam hadist yang diriwayatkan Imam Tirmidzi ini dijelaskan bahwa Rasulullah SAW mengajarkan untuk mengisi perut dengan sepertiga makanan, sepertiga minuman, dan sepertiga lagi nafas. Inilah yang paling mendatangkan manfaat untuk tubuh dan hati.

Sahabat Rasulullah SAW, Abu Hurairah sebetulnya pernah makan sampai kenyang di hadapan Rasulullah SAW. Bahkan para Sahabat Nabi Muhammad SAW yang lain pun beberapa kali makan sampai kenyang namun tidak dilarang.

Dari sini bisa disimpulkan, rasa kenyang setelah makan terkadang diperbolehkan. Namun bukan berarti makan sampai kenyang ini menjadi kebiasaan para sahabat Nabi.

Al Qurthubi menyampaikan kisah dari Abu Al Haitsam, suatu ketika Rasulullah SAW dan para sahabat menyembelih domba dan mereka makan sampai kenyang. Ini menjadi bukti bahwa memang makan sampai kenyang dibolehkan.

Meski demikian, yang dikhawatirkan ketika makan sampai kenyang bisa menyebabkan malas dan enggan beribadah. Hal inilah yang kemudian akan mendatangkan keburukan.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *