Roni Kobandaha Penemu Jajar Legowo Kakao, Juara IGA Kotamobagu 2021

Roni Kobandaha berada di tengah kebun kakao dengan system penanaman jajar legowo. (FOTO: ISTIMEWA)

BFOX, SULUT– Ketekunannya mendalami kakao dari Roni Kobandaha membuahkan hasil. Ia menemukan inovasi budidaya tanaman kakao dengan system penanaman jajar legowo (jarwo) yang biasa digunakan di tanaman palawija.

Dan inovasi Jarwo Kakao ini juara Innovation Goverment Award (IGA) yang diselenggarakan Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara (Sulut) yang diselenggaran baru-baru ini.

Temuan Ronni Kobandaha ini penting untuk masa depan petani kakao di Bolaang Mongondow Raya (BMR) bahkan di Indonesia secara umum. Jarwo kakao bisa mengembalikan kejayaan emas coklat Indonesia.

Baca Juga:  Parkir Liar Menjamur di Jalan Kartini, Nasli: Tak Ada Pungutan Selain di Pos Resmi

Menurut Roni Kobandaha, dengan penanaman jarwo pada kakao dapat meningkatkan produksi kakao hingga 100 persen. Perbandingannya lahan satu hektare penanaman konvensional (4×3 meter) hanya bisa tertanam 600 hingga 800 kakao. Sementara penanaman jarwo dapat tertanam 1200 hingga 1400 pohon.

Bagaimana Roni Kobandaha bisa menemukan inovasi jarwo untuk kakao? Kepada media ini, penyuluruh pertanian senior ini menemukannya secara tidak sengaja.

“Saat itu saya punya bibit kakao. Saya biarkan hidup berdepetan dengan jarak 1,5 meter berjajar. Saat mulai tinggi, saya perhatikan mirip dengan tanaman padi jajar legowo. Dari sinilah saya berpikir, kenapa tanaman padi bisa jajar legowo dengan hasil maksimal, berarti di kakao juga bisa,” tutur ASN Pemkab Bolmong ini.

Baca Juga:  Penyaluran BLT Dana Desa Tahap 4 Akhir Juli

Dari situlah, ia terus mengamati dan terus berinovasi dengan jarwo kakao. Akhirnya, tahun 2018 silam, ia mencoba menanam jarwo kakao di sejumlah perkebunan. Dan yang paling banyak diterapkan jarwo jarak 4×2 meter.

Saat ini, katanya, sudah ratusan perkebunan menggunakan jarwo. “Alhamdulillah berhasil. Bahkan, sudah banyak masyarakat membuka lahan baru dengan metode jarwo ini. Karena mereka sudah melihat buktinya, hasilnya berlipat ganda,” katanya.

Baca Juga:  Pegawai Jasa Raharja Enggan Beber Data Angkot Penunggak AKK

Bahkan, kata pria yang di juluki “Prof Kakao” ini banyak petani berani merenovasi total kebun kakaonya dari konvensional ke jarwo. “Tanaman yang tidak produktif lagi, mereka berani ganti tanaman system jarwo. Atau mereka merenovasi dengan sambung samping,” terangnya.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY