Ada yang Beda dengan Martabak Billion, Semua Tentang Rasa

BFOX, SULUT – Bagi Anda pecinta kuliner, mungkin sudah tak asing dengan yang namanya martabak. Namun tak ada salahnya bila Anda mampir sejenak di warung Martabak Bullion.

Lapak yang menjajakan aneka martabak ini, berlokasi di Jalan Veteran Kelurahan Molinow, Kecamatan Kotamobagu Barat.

Suherdianto adalah pemilik dari Martabak Bullion. Lelaki 32 tahun ini merupakan perantauan asal Lamongan, Jawa Timur. Suherdianto dengan tekad yang bulat, sangat siap bersaing di pasaran, meski usia dari usahanya itu baru beranjak sebulan.

Dia mengaku, kata Bullion dari nama usahanya itu tak sembarang diambil, karena memiliki arti dan makna.

“Kalau martabak sudah tahu kan namanya, sudah familiar. Makanya kemudian digabungkan dengan bahasa Inggris (bullion) yang artinya butiran emas. Sedangkan maknanya dari bahasa Indonesia, yaitu menjemput masa keemasan, agar sekiranya usaha ini bisa menjemput masa keemasannya, ceritanya kepada BMR FOX, Jumat (16/4/2021) pekan lalu.

Baca Juga:  Petugas Dishub Kotamobagu Gembosi Ban Mobil yang Parkir di Jalan Ahmad Yani

Dari sisi rasa, Suherdianto komitmen untuk tetap mempertahankan kualitas rasanya, sedangkan Bullion agar tetap memiliki masa keemasannya.

Tentang pengembangan bisnisnya itu, lelaki asli suku Jawa itu mengaku masih belum mengambil sikap karena berada di masa pandemi Covid-19.

“Tergantung pemerintah setempat dalam menyikapi seperti apa, dan Wilayah kotamobagu juga dekat dari Manado, kemudian karena keluarga istri asal Kotamobagu. Nanti kalau Manado sudah normal maka akan membuka cabang lagi di Manado,” tuturnya.

Bahkan dia optimis, setelah pandemi berakhir, dia bermaksud ingin membuka outlet lainnya untuk ekspansi bisnis. Suherdianto yakin, rasa dari Martabak Billion berbeda dengan usaha sejenis lainnya.

Baca Juga:  Masih Menjamur, Tangkap Bandar Besar dan Pengecer Togel di BMR!

“Kalau secara martabak original, dia memiliki tekstur yang lebih empuk, itu salah satunya. Saat pertama datang di Kotamobagu, di bulan Maret, kita coba beberapa martabak yang lagi tren, istilahnya peminatnya tinggi, kita coba kuenya agak berbeda, aromanya, teksturnya, seratnya itu berbeda, sampai di mana mampu bertahan, berapa lama masih bisa kenyal,” jelasnya.

“Terutama malabar yang lain itu menyerap begitu banyak minyak, sedangkan malabar kami setelah diangkat langsung kering. Kemudian ada juga martabak crispycrispy yang gurih. Pada bulan pertama banyak permintaan. Karena penasaran dengan gaya yang baru. Namun bulan berikutnya kita akan lihat apakah ada pertumbuhan atau tidak, atau stagnan?” tambahnya.

Sedangkan untuk produk unggulan, dia mengaku semuanya adalah unggulan, karena memiliki keistimewaan masing-masing.

Ada Martabak Istimewa, Martabak Crispy,Martabak Pandan, Martabak Dark Choco-Choco, semua memiliki rasa yang pasti enak.

Baca Juga:  Bocah Tiga Tahun Warga Tabang Diduga Hanyut di Selokan

Ada juga Malabar Reguler, Malabar Istimewa, Malabar Super, Extra, dan setiap rasa memiliki rasa istimewa.

Dia menuturkan, bahwa saat ini Martabak Billion memiliki dua karyawan dengan omzet mampu mencapai Rp30 Juta per bulan.

“Bagi peminat, atau misalnya pegiat Kuliner, pasti mereka akan mencari hal yang baru, nah ini saatnya, kesempatan untuk, datang di sini, jangan sampai melewakan sensasi rasanya,” ucapnya.

Martabak Billion saat ini meiliki tiga program menarik untuk tiga bulan pertama.

“Program tiga bulan pertama, beli tiga varian apa saja bonus satu. Bonusnya ada tiga pilihan yakni martabak coklat, kacang, coklat kacang,” kata pemilik Martabak Billion yang memiliki moto ‘Semua Tentang Rasa’. (mg2)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY