Getol Kritik Kinerja Pemerintahannya, Sangadi Ambang Dua Usir Warganya

Penggalan laporan kepolisian milik Frengky Laleno.
Penggalan laporan kepolisian milik Frengky Laleno.

BFOX, SULUT – Seorang warga Desa Ambang Dua, Kecamatan Bolaang, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), melaporkan Kepala Desa (Sangadi) Ambang Dua ke Polsek Bolaang.

Apa pasal? Sangadi Ambang Dua dinilai telah melakukan pengusiran terhadap warganya diduga karena sering mengkiritik kinerja pemerintahan desa terkait anggaran dana desa (ADD).

Warganya itu telah dipindahkan ke Kairagi Satu Kecamatan Mapanget Kota Manado.

Kepada BFOX.CO.ID, Frengky Laleno, pelapor sebagai masyarakat Desa Ambang Dua yang dipindahkan oleh sangadi tersebut mengatakan, tidak tahu apa tujuan dan maksud dipindahkannya ke Kairagi Manado.

Baca Juga:  Tiga Petugas KPU Bolmong Positif Covid-19, Dinonaktifkan Sementara

“Saya juga heran kenapa dipindahkan. Padahal saya tidak pernah bermohon untuk pindah,” jelasnya, Rabu (24/02/2021).

Frangki menilai, kemungkinan dipindahkannya dikarenakan selalu mengkritik kinerja pemerintah di Desa Ambang Dua.

Tak hanya itu Frengky juga melaporkan Sangadi Ambang Dua yang bernama Ocniel Pudi ke Polsek Bolaang, karena menurutnya sudah melakukan tindakan pidana berupa pemalsuan tanda tangan.

“Sudah seminggu saya laporkan ke Polsek Bolaang. Laporan polisinya juga ada,” imbuhnya.

Terlapor Ocniel Pudi dilaporkan berdasarkan nomor LP/10/II/2021/RES BM/SEK-BLG, tanggal 18 Februari 2021 pukul 10.45 WITA terkait dugaan tindak pidana pemalsuan.

Baca Juga:  31 Juli, Bertambah Tiga Kasus Covid-19 di Bolmong. Satgas: Hasil Screening KPU

Sementara itu, Sangadi Ambang Dua Ocniel Pudi dikonfirmasi membenarkan telah memindahkan dua warganya ke Manado.

“Ya, benar saya pindahkan dua warga tersebut ke Manado, sebagai hukuman karena mereka telah melanggar aturan yang ada di desa ini,” tegas Ocniel saat dikonfirmasi di rumahnya.

Ocniel juga menambahkan, kalau dirinya telah melakukan rapat dengan aparat desa terkait kelakuan warga yang sudah melebihi batas.

Baca Juga:  Bupati Ini Benci Pejabat yang Suka Cari Muka

“Ini sudah melewati batas, karena tidak pernah membayar pajak, diajak kerja bakti tidak mau, dan selalu mengkritik pemerintah padahal semua kerja sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku. Sehingga kami pemerintah desa memutuskan keluarkan dua warga ini,” pungkasnya.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Bolaang Iptu Sugiyanto menjelaskan bahwa laporan masyarakat Desa Ambang Dua terhadap kepala desa sedang dalam proses.

“Kami sedang mendalami kasus ini. Kami kumpulkan data dulu, kumpulkan saksi-saksi. Kalau sudah rampung baru akan ada gelar perkara,” pungkasnya.

(tpl)

VIATatang Priyanto Lasaboku
BAGIKAN

LEAVE A REPLY