GEMPUR Berunjuk Rasa, Dorong Kasus Korupsi Dinas PUPR Pinrang dan Kolega Diusut Tuntas

  • Whatsapp
banner 468x60

BFOX, SULSEL – Gerakan Mahasiswa Pinrang Utara (GEMPUR) menggelar aksi unjuk rasa di Taman Lasinrang, Kabupaten Pinrang, pada Kamis (15/07/2021).

Aksi ini digelar terkait dengan dugaan kasus korupsi yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Pinrang dengan korporasi pemenang tender.

Adapun varian aksi yang dilakukan oleh puluhan massa aksi GEMPUR ialah melakukan longmarch dari Masjid Al-Munawir, Taman Lasinrang, Polres dan Kejari Pinrang dengan membawa isu “Copot Kadis PUPR, Periksa Tangkap Pemenang Tender PT ALF yang Melakukan Penyelewengan Anggaran”, dirangkai dengan pembakaran ban dan orasi secara bergantian.

Haidir Ali selaku jendral lapangan mengatakan dalam orasinya, supremasi hukum di Kabupaten Pinrang lemah, sebab tidak diwujudkan sebagaimana semestinya.

Sebab, banyak sekali ketimpangan sampai pada kemandekan kasus-kasus korupsi yang belum jelas statusnya di tubuh penegak hukum di Kabupaten Pinrang.

“Kami sudah melakukan investigasi di lapangan terkait proyek realisasi belanja jalan, irigasi dan jaringan senilai Rp460.000.000 Dinas PUPR Pinrang tahun 2019 yang ditender oleh PT. ALF yang tak kunjung jelas statusnya dan masih mandek sampai saat ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, adapun proyek peningkatan jalan ruas Bungi-Rajang yang bersumber dari Dana Alokasi Umum ( DAU) dengan Pagu Rp4.000.000.000 dan HPS Rp3.999.990.862,93 yang ditender oleh CV. Mulia Trans Marga dari Dinas PUPR Pinrang.

Menurutnya juga, proyek tersebut juga jelas ada indikasi korupsi yang dilakukan oleh pihak PUPR Pinrang dengan pemenang tender. Sebab realisasinya tidak sesuai dengan PAGU yang ada dengan ketebalan aspal yang sangat tipis sesuai hasil investigasi kawan-kawan.

“Sehingga kami dari GEMPUR meminta penegak hukum dalam hal ini Polres dan Kejari Kabupaten Pinrang untuk melakukan pemeriksaan terkait indikasi pengerjaan jalan yang tidak sesuai menurut kami secara kelembagaan,” ungkap Gonrong nama panggilannya.

“Kami juga meminta kepada Bupati Pinrang untuk mencopot Kadis PUPR dan mempertanggungjawabkan kelakuannya yang jelas-jelas akan menjadi virus buruk di Kota Lasinrang dan akan menindaklanjuti ke Polda, Kejati Sulsel ketika penegak hukum di Kabupaten Pinrang tidak mampu menyelesaikannya,” tegasnya.

 

Adapun Tuntutan GEMPUR sebagai berikut:
– Copot Kadis PUPR, periksa dan tangkap pemenang tender PT ALF yang melakukan penyelewangan anggaran.
– Mendesak Polres dan Kejari Pinrang untuk melakukan penyelidikan dugaan korupsi proyek peningkatan jalan ruas Bungin-Rajang.
– Meminta penegak hukum mempercepat proses penanganan kasus tindak pidana korupsi di Kabupaten Pinrang.
– Wujudkan supremasi hukum di Kabupaten Pinrang.
– Meminta penegak hukum menyelesaikan semua kasus korupsi yang mandek di Kabupaten Pinrang.

 

(misbahuddin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *