Polres Enrekang Razia Balap, 18 Sepeda Motor Diamankan Selama Ramadan

Polres Enrekang merilis hasil razia balap liar selama Ramadan berhasil amankan 18 sepeda motor. (Foto Istimewa)
Polres Enrekang merilis hasil razia balap liar selama Ramadan berhasil amankan 18 sepeda motor. (Foto Istimewa)

BFOX, SULSEL – Sebanyak 18 unit kendaraan roda dua atau sepeda motor, berhasil diamankan dalam razia balap liar di wilayah hukum Polres Enrekang mulai dari awal bulan puasa Ramadan.

“Kami menjamin kegiatan pada bulan Ramadan ini untuk bisa memberikan rasa aman, nyaman dan rasa tentram kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Enrekang dengan salah satu kegiatan, razia balap liar,” ungkap Kapolres Enrekang AKBP Andi Sinjaya dalam keterangannya, pada Selasa (20/4/2021).

Melihat dari pengalaman sebelumnya, lanjutnya, setiap tahun selalu terjadi peningkatan yang dilakukan pemuda asal Enrekang dan sekitarnya.

Baca Juga:  Pimpin Apel Perdana, Ini Pesan Kapolres Enrekang kepada Personel

“Balapan liar yang meresahkan warga Ini dilakukan dengan cara humanis, sistem yang kita gunakan dengan membuka dan menutup jalur tersebut sehingga kita berhasil mengamankan 18 kendaraan roda dua yang sedang sekarang di amankan di Mapolres Enrekang ,” katanya.

“Tim anti penyakit masyarakat Polres Enrekang dan Polsek jajaran melaksanakan rasia balapan liar di lokasi-lokasi berbeda di antaranya di Kecamatan Masalle sebanyak 15 unit sepeda motor, Kecamatan Enrekang sebanyak dua unit sepeda motor dan Kecamatan Cendana satu unit sepeda motor,” jelas Sinjaya.

Baca Juga:  Videonya Viral di Medsos, Pelaku Penganiaya Perempuan Diamankan Polisi

Ia menambahkan kendaraan roda dua yang diamankan ini akan dikembalikan setelah Ramadan dengan catatan melengkapi kendaraan bermotor atau mengembalikan seperti standar serta membawa surat-surat kendaraan.

Adapun pasal yang kami kenakan yakni pasal 297 UU No.22 tahun 2009 tentang LLAJ, Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor berbalapan di jalan sebagaimana di maksud dalam pasal 115 huruf b di pidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp. 3.000.000 (Tiga juta rupiah).

Baca Juga:  Hari Kedua Bertugas, Kapolres Enrekang Sidak Dua Polsek Jajarannya

Selain pelanggaran balapan liar kami juga mendata beberapa pelanggaran diantaranya 8 unit sepeda motor tidak di pasangi tanda nomor kendaraan yang dapat di pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling sebanyak Rp. 500.000 (pasal 280).

Serta sebanyak 9 unit sepeda motor yang tidak memenuhi persyaratan seperti spion, lampu utama, lampu rem, klakson, pengukur kecepatan dan knalpot dapat dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp. 250.000 (pasal 285 ayat 1).

(misbahuddin)

VIAMisbahuddin
BAGIKAN

LEAVE A REPLY