Mengais Rezeki dari Dagangan Mainan Anak

  • Whatsapp
Oslan, pedagang keliling mainan anak. (foto ist)

Dengan berbekal sepeda motor yang di gantungkan segala jenis mainan anak-anak, Oslan Arnod Warga Kelurahan Biga, Kecamatan Kotamobagu Utara, ia keluar dari rumahnya untuk menjemput rejeki dengan mengelilingi sekolah-sekolah SD yang ada di Kota Kotamobagu.

Jualan mainan anak ini telah digeluti Oslan semenjak 10 tahun. Bahkan dengan bermodal uang yang cukup kecil sebesar 500 ribu rupiah, Ia mampu meraup keuntungan 200 ribu perhari yang cukup untuk kebutuhan keluarganya.

“Saya mulai keluar rumah berjualan dari jam 8 pagi hingga jam 3 sore. Saya jajakan mainan ini secara keliling sekolah SD. Untungnya lumayan buat menghidupi keluarga,” jelas Oslan.

Tak hanya mainan yang ia jajakan, namun dirinya juga menjual Es Krim yang dibelinya per pil seharga 240 ribu, ditambah kerupuk untuk tempat Es Krim seharga 10 ribu per pak dengan isi 40 kerupuk.

“Kalau Es Krim terjual habis saya mendapatkan 320 ribu rupiah, berarti saya mendapatkan untung sebanyak 80 ribu rupiah. Ditambah dengan keuntungan mainan menjadi 280 ribu perhari,” kata Oslan.
Menjual mainan anak-anak keliling menurut Oslan, harus ditekuni dengan sabar dan pandai memilih tempat untuk dijajakan.

Selain itu penjual harus dekat dengan anak-anak dan telaten. Jika itu dijalankan setiap harinya kita pasti bisa mendapatkan uang.

“Saya harus pandai-pandai menghibur anak-anak. Apalagi saya harus bergaya yang lucu-lucu agar dekat dengan anak-anak,” kata Oslan, sambil tersenyum. (*)

Pos terkait