Satgas Waspada Investasi Selidiki Legalitas Aplikasi Goins

Ilustrasi GoIns

BFOX, SULUT – Satuan Tugas Waspada Investasi (SWI) mulai melakukan penyelidikan terhadap aplikasi ‘penghasil uang’ GoIns yang belakangan ramai digunakan oleh sebagian besar masyarakat.

Hal ini untuk memastikan legalitas platform, baik dari sisi ijin badan hukum, kegiatan usaha, maupun ijin operasional lainnya, agar aman digunakan sebagai sarana investasi. Demikian dikatakan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) SulutGoMalut Slamet Wibowo saat dihubungi BFOX.co.id Senin (14/9/2020).

Kata dia, hingga kini pihaknya masih menunggu perkembangan hasil penyelidikan oleh SWI Pusat apakah aplikasi ini aman digunakan atau tidak.

“GoIns ini sudah kami informasikan kepada SWI Pusat. Kalau dari sisi legalitas belum diklarifikasi apakah sudah berijin. Baik ijin badan hukum, maupun ijin kegiatan usaha dan operasional,” kata Slamet di Manado.

Meski belum ada jawaban resmi dari SWI, ia mengingatkan masyarakat agar terus berhati-hati dalam memanfaatkan uang untuk berinvestasi.

Baca Juga:  VTube Dinyatakan Ilegal, OJK Ingatkan 2L

“Kalau dari sisi bisnisnya, karena ini memungut pendaftaran atau ada biaya, maka sangat berpotensi menimbulkan masalah di kemudian hari,” ujarnya.

“Bahwa karena ada biaya, maka ada resiko kerugian seperti uang tidak kembali dan janji tidak sesuai dengan kenyataan. Maka perlu waspada dan hati-hati jika tidak ingin dirugikan,” imbuhnya.

Senada, Kabag Pengawasan Edukasi Perlindungan Konsumen, Industri Keuangan Non Bank (EPK, IKNB) dan Pasar Modal OJK SulutGoMalut, Ahmad Husain menegaskan, selain ijin opersional dan badan hukum, platform juga harus memiliki ijin PSE dari Kementerian Komunikasi dan Informatika.

“Aplikasi apapun namanya seharusnya dibekali dengan ijin formal. Bukan hanya dari OJK, tapi dari otoritas terkait yang tergabung dalam Satgas Waspada Investasi,” ujar Ahmad, kemarin.

Baca Juga:  Kredit Bermasalah di Sulut Meningkat. LDR Capai 155,51 Persen

Ia berharap, masyarakat tidak mudah tergiur dengan tawaran keuntungan yang tidak logis dari suatu usaha. Apalagi dibumbui dengan jargon-jargon yang mempengaruhi masyarakat untuk terlibat lebih dalam.

“Apalagi kalau sudah mengeluarkan biaya untuk mengikuti atau menjadi member. Hal ini pun sangat dianjurkan untuk hati-hati. Segera cek and ricek secara teliti dan seksama karena potensi kerugian sangat besar,” bebernya.

Ahmad menyebut, salah satu model bisnis investasi bodong yakni, diawali dengan janji keuntungan yang tidak logis serta persyaratan yang sangat dipermudah.

“Banyak juga modus dengan mencari referal (member get member), ini adalah modus yang sering didapati pada tawaran bisnis yang bodong dan ilegal,” tegasnya.

Baca Juga: Modus Investasi Skema Ponzi, Raup Untung dari Uang Anggota di Bawahnya

Baca Juga:  IKNB di Sulut Restrukturisasi Rp 1,6 Triliun Kredit Nasabah

Sebagaimana diketahui, Goins merupakan aplikasi yang bisa diinstal di smartphone Android. Dengan aplikasi ini, pengguna bisa mendapatkan uang dengan cara yang gampang. Cukup dengan meng-klik ‘like’ di beberapa postingan di Instagram.

Dikutip dari bahasbisnis.com, untuk bisa bergabung menjadi member, pengguna harus memasang aplikasi GoIns di smartphone, dengan meminta tautan unduh aplikasi ke orang yang menjadi referal.

Setelah berhasil melakukan registrasi, pengguna diberi waktu tiga hari untuk menjalankan misi secara gratis.

Agar dapat memanfaatkan aplikasi dalam jangka waktu yang lebih lama dan penghasilan besar, pengguna bisa melakukan upgrade paket member, dengan biaya masing-masing Rp388.888,- untuk paket Staff, Rp588.888,- paket Pengawas,

Sedangkan paket Pengelola dibayar dengan biaya sebesar Rp1.988.888,-. Keuntungan akan lebih besar, jika membeli paket yang lebih mahal.(gfl/bbs)

VIAGandi Lambe
BAGIKAN

15 KOMENTAR

    • saya sebagai sala satu pengguna telah membaca di aplikasi bahwa goins telah memiliki legalitas di US(di indonesia masih perlu dipertanyakan sih).
      Soal masalah di kemudian hari kita samakan saja dengan taman saham pada umumnya.
      Semua punya resiko dan semua tergantung masyarakat aja.

      • US dari mana bro? ga ada buktinya. Orang US aja ga tau GOINS. Ini aplikasi hanya nyatut negara US padahal bikinan lokal Indonesia..coba legalitas di US surat atau sertifikat resminya tau ga ? Masuk list ? pasti ga lah. Bikinan developer sekelas komplek silicon valley US ngga ecek-ecek macam goins gini.

        Alamat kantor di Indonesia ada ga? Contact center aktif? email? wkwk makan tuh. Pasti ditilep uang kalian, ga akan balik modal.

  1. Darimana bisa dapat uang sebanyak itu semantara seminggu yang lalu saya sudah daftar paket pengelola jadi tiba- tiba akun saya tidak bisa lagi dibuka karena lupa password kepada siapa kita laporkan iya ga sih. Disitu tidak pernah dicantumkan Nomor WA. Admin yg ada di negara Indonesia dengan aplikasi GoIns. Setiap saya minta kode Verifikasi melalui nomor Ponsel yang terdaftar diamplikasi GoIns dengan akun yang saya buat tidak pernah samasekali dihiraukan/memberikan penjelasan. Sangat jauh berbeda dengan Facebook, hanya beberapa detik kode verifikasi akan kirimkan

  2. sodah jelas ini skema ponzi, kita lihat aja kelanjutanya,, janganada member baru yang daftar anggota. coba kita lihat dia masih memberi bayarannya atau tidak. satu lagi saya pernah check domainnya website GoIns itu hanyak 60 hari. which is ini sekitar 2 bulan. pihak GoIns harus memperpanjang dong. kenapa gak 10 tahun beli domainnya. sesuai perjanjian kerja sama GoIns dengan IG (Ingin Gila) katanya 20 Tahun. semakin anenhnya lagi ada aplikasi serupa cuma beda Logo dan nama Brand aplikasinya, seperti ProLikeid567. Like share, Tfans (Like khusus Tiktok) semua aplikasi ini kinernya dan tampilan aplikasinya sama dengan GoIns. saya Tidak merekomendasikan menggunakan GoIns. kalo mau IG (Ingin Gila) monggo.

  3. Bruntung lah bagi mereka yang daftar di awal², karna modal mreka udah balik dan dapat untung walau gak banyak. Saya untung daftar diawal sbelum app ini firal dan modal balik trus dapat untung lumayan
    Tapi bagi mreka yang baru daftar mungkin modal gak balik

LEAVE A REPLY