Tingkatkan Ekonomi Petani, SB-RG Bertekad Jadikan Boltim Kawasan Agroindustri

Kampanye dialogis oleh paslon nomor 3 Suhendro Boroma - Rusdi Gumalangit bertempat di kediaman Ketua DPC PDIP Boltim Medy Lensun.(Ist)

BFOX, SULUT – Pasangan Suhendro Boroma dan Rusdi Gumalangit (SB-RG) bertekad menjadikan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) sebagai kawasan agroindustri yang dapat menopang roda perekonomian petani.

Salah satunya, yakni dengan menjadikan komoditas jagung sebagai sektor unggulan di bidang pertanian. Hal ini bakal terwujud bila SB-RG memperoleh amanah untuk memimpin Boltim 5 tahun ke depan.

Tentunya, konsep tersebut telah dituangkan lewat program pasangan dwitunggal yang diusung PDI Perjuangan, PKS serta Perindo di Pilkada Boltim ini.

Dalam kampanye dialogis di Desa Modayag III Kecamatan Modayang pada Senin (12/10/2020), Suhendro mengungkapkan, selama ini komoditas jagung kurang mendapat tempat sekaligus perhatian serius dari pemerintah daerah

Padahal kata dia, daya dukung lahan pertanian terbuka lebar bila digarap secara maksimal.

“Pemanfaatan lahan kosong untuk tanaman jagung varietas unggul akan kami optimalkan. Saya dan Papa Keken (Rusdi Gumalangit) bertekad, daerah ini menjadi produsen jagung di Sulawesi Utara,” ujarnya.

Ke depan, lanjut Suhendro, peningkatan produksi jagung tersebut serta berbagai program lain yang berpihak kepada petani akan menjadi faktor pendukung.

“Pangsa pasar komoditas jagung sesungguhnya menjanjikan sepanjang dikelola secara optimal. Pintu-pintu ini harus dibuka lebar, agar memiliki dampak multiplayer effect. Tugas pemerintah, membuka kesempatan kepada para petani supaya sejahtera,” terang Papa Aji sapaan akrabnya.

Tak hanya itu, komoditas pertanian unggulan juga akan mendapat porsi yang sama. Pasalnya, kondisi geografis dan sumber daya alam yang dimiliki Boltim, sangat menunjang pengembangan agroindustri.

Itu dapat dilihat, dalam poin pertama visi dan misi SB-RG, yakni mewujudkan kemandirian ekonomi dengan memperkuat sektor pertanian, perikanan dan sumber daya kelautan serta mendorong sektor industri dan jasa yang berdaya saing.

Baca Juga:  Boroma Optimis Maju di Pilkada Boltim

Sebelumnya, data yang dirangkum oleh BMRFOX (BFOX Group) dari Dinas Pertanian dan Peternakan Boltim, pada tahun 2018 produksi jagung mencapai 89.753,22 ton dengan bantuan pemerintah pusat 11.400 hektar.

Sedangkan pada 2019, bantuan kebutuhan bibit petani dari pemerintah pusat diperuntukkan untuk lahan seluas 7.000 hektar.

Sementara total bantuan dari pemerintah pusat untuk petani jagung berjumlah 5.000 hektar bersumber dari anggaran Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Bantuan itu tersebar pada Kecamatan Modayag Barat 181 hektar, Kecamatan Modayag 176 hektar, Tutuyan 1.187 hektar, Nuangan 390 hektar, Motongkad 306 hektar serta Kotabunan 260 hektar.(*)

Bagikan ke temanmu
VIAAstam Agow / Harian BMR Fox
BAGIKAN

LEAVE A REPLY