PERKARA Kembali Turun ke Jalan Peringati Dua Momen Internasional

Aksi unjuk rasa Pergerakan Koalisi Rakyat (PERKARA) di sekitaran Bundaran Sapi Jalan Cokrominoto, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, Jumat tadi. (Foto Istimewa)
Aksi unjuk rasa Pergerakan Koalisi Rakyat (PERKARA) di sekitaran Bundaran Sapi Jalan Cokrominoto, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, Jumat tadi. (Foto Istimewa)

BFOX, SULSEL – Pergerakan Koalisi Rakyat (PERKARA) menggelar aksi unjuk rasa di sekitaran Bundaran Sapi Jalan Cokrominoto, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, Jumat (16/10/2020).

Aksi turun ke jalan ini menyambut Hari Perempuan Desa Internasional dan Hari Kelaparan Internasional.

Aksi yang digelar oleh Dewan Pengurus PERKARA dengan cara berorasi secara bergantian, bagikan selembaran dan pemasangan spanduk yang bertuliskan “Menyongsong Hari Perempuan Desa Internasional & Hari Kelaparan Internasional, Gagalkan UU Cipta Kerja dan Wujudkan Industrialisasi Nasional serta Reforma Agraria Sejati”.

“Jumlah kami memang sedikit dalam memperingati Hari Perempuan Desa Internasional dan Hari Kelaparan Internasional. Tapi itu semua tidak membuat kami patah semangat untuk bersuara,” ujar Topik, selaku Kordinator Lapangan aksi tersebut.

Ia menambahkan, melihat kondisi gerakan mahasiswa dan pemuda di Kabupaten Enrekang sudah mulai punah, dan entah apa yang mengakibatkan hal tersebut.

Massa aksi juga tidak henti-hentinya untuk mengkampenyakan UU Cipta Kerja yang sekarang menjadi polemik di kalangan masyarakat.

Sementara itu, Irwan selaku Jenlap menunturkan, gelombang perjuangan penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja yang telah disahkan pada 5 Oktober 2020 lalu, masih terus bergejolak di mana-mana.

Menurutnya, skema Omnibus Law merupakan skema licik titipan imperialisme pada Indonesia untuk semakin menancapkan diktenya. Fleksibilitas tenaga kerja dan kemudahan berusaha adalah tujuan utamanya.

“Hari ini adalah momentum yang tepat untuk melakukan kampanye terkait penolakan Omnibus Law UU Cipta kerja, karena regulasi tersebut akan membuat perempuan-perempuan desa akan semakin terjerumus dalam budaya feodal patriarki yang tidak membiarkan perempuan desa untuk maju,” tuturnya.

Sekadar diketahui, dari referensi yang dihimpun dari berbagai sumber, tanggal 15 Oktober tiap tahunnya diperingati Hari Perempuan Desa Internasional, ditetapkan Komisi Perempuan PBB, pada tahun 1995 di Beijing, Tiongkok.

Baca Juga:  Hari Pertama Operasi Zebra 2020: Sat Lantas Polres Enrekang Tegur Pelanggar Lalu Lintas

Penetapan hari perempuan Desa Internasional, bertujuan untuk memberikan perhatian pada peran perempuan dalam produksi pertanian dan pangan, serta untuk mewujudkan kedaulatan pangan.

Sedangkan Hari Ketiadaan Pangan Sedunia atau Hari Kelaparan Internasional, ditetapkan pada tahun 2008 oleh gerakan rakyat secara global, khususnya organisasi gerakan kaum tani bersama berbagai lembaga dan organisasi yang memiliki focus atas isu pertanian dan pangan.

Kesepakatan berbagai organisasi gerakan rakyat dunia untuk mengubah Hari Pangan Sedunia menjadi Hari Ketiadaan Pangan Sedunia, didasarkan pada kenyataan objektif kaum tani dan rakyat dunia yang masih terjerat kemiskinan dan kelaparan dalam jumlah yang besar dan terus meningkat.

Hari Ketiadaan Pangan diperingati sebagai anti tesis dari peringatan Hari Pangan Sedunia yang digagas oleh FAO (badan pangan dunia) di bawah PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) diperingati setiap tanggal 16 Oktober.

Dalam aksi unjuk rasa itu, PERKARA juga menuntut:

  1. Cabut UU Cipta Kerja
  2. Wujudkan kedaulatan pangan
  3. Berikan sarana pendidikan, kesehatan dan lapangan kerja seluas-luasnya untuk pemuda desa
  4. Cabut UU Dikti Nomor 12 tahun 2012
  5. Sahkan RUU PKS
  6. Hentikan kekerasan dan kriminalisasi kepada rakyat yang menuntut haknya
  7. Hentikan penggusuran atas nama pembangunan terhadap masyarakat adat Pubabu, Besipae NTT
  8. Wujudkan reforma agraria sejati dan industrialisasi nasional
  9. Hentikan tambang ilegal di Kabupaten Enrekang
  10. Hentikan monopoli harga hasil tani Kabupaten Enrekang
  11. Anggarkan secepatnya dan insentif daerah Kabupaten Enrekang untuk pemulihan ekonomi

    (Misbahuddin)

Bagikan ke temanmu
VIAMisbahuddin
BAGIKAN

LEAVE A REPLY