Bisa Cegah Stunting, Mahasiswa Olah Kulit Pisang Goroho jadi Biskuit

Ilustrasi

BFOX, GORONTALO – Para mahasiswa yang tergabung dalam PKM – Kewirausahaan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yakni, I Made Hariyadi Wijaya, Santi, Nur Diandra Yahya, Nazwah Buana Putri Kalangi dan Ahmad Rifly Suleman, berhasil mengubah limbah pisang goroho menjadi produk makanan berupa Biskuit.

Berdasarkan penelitian, produk olahan limbah pisang yang diberi nama Biskuit Li Uti tersebut, dapat dimanfaatkan untuk mencegah stunting.

Dikutip dari laman ung.ac.id, Jumat (2/10/2020), Biskuit Li Uti merupakan inovasi produk mahasiswa dalam bentuk biskuit, yang bisa dijadikan produk makanan tambahan untuk mencukupi kebutuhan gizi dalam pencegahan stunting.

I Made Hariyadi Wijaya selaku Ketua Kelompk menjelaskan, kulit pisang goroho memiliki nutrisi yang dibutuhkan mencegah stunting pada anak, sehingga ia bersama teman-temannya mencoba berinovasi membuat makanan olahan dalam upaya pencegahan masalah pertumbuhan anak tersebut.

“Dengan target pasar untuk anak-anak maka ide pengolahan kulit pisang Gorontalo dibuat dalam bentuk biskuit, sebagai salah satu makanan favorit anak-anak,” ungkap Made.

Diketahui, limbah kulit pisang Goroho saat ini cukup banyak tersedia di lingkungan masyarakat, olehnya dengan dilakukan pengolahan menjadi biscuit, dapat menjadi sebuah solusi untuk mengurangi limbah masyarakat sekaligus bermanfaat bagi pencegahan stunting pada anak.

“Biskuit Li Uti menawarkan 3 keunggulan yaitu manfaat produk dalam pencegahan stunting, menggunakan bahan dasar kulit pisang goroho yang mengandung gizi tinggi dan dapat mengasah kreatifitas anak dalam menyusun puzzle biscuit menjadi karakter yang mereka sukai,” terangnya.

Lebih lanjut kata Made, Biskuit Li Uti diproduksi dalam beberapa varian rasa seperti original, choco, vanilla dan greentea, demi menarik perhatian konsumen karena dibuat dan dikembangkan menjadi sebuah cemilan yang enak dan berkhasiat.

Selain itu proses pengemasan juga dilakukan secara higienis, variatif dan menarik serta dijual dengan harga terjangkau.

“Melalui produk inovatif ini, kami ingin memanfaatkan limbah kulit pisang goroho yang banyak di masyarakat sekaligus membantu Pemerintah dalam penurunan angka kejadian stunting di Indonesia,” pungkasnya. (*)

Bagikan ke temanmu
SUMBERUNG.ac.id
BAGIKAN

LEAVE A REPLY