Kenali Penyakit Gonore, Pilek pada Alat Kelamin

Ilustrasi.

BFOX – Pilek tak hanya terjadi pada hidung, melainkan juga bisa menyerang alat kelamin. Pilek pada alat kelamin dikenal juga dengan istilah medis gonore.

Gonore disebut pilek pada alat kelamin karena memiliki ciri mengeluarkan nanah yang mirip dengan ingus saat sedang pilek.

Gonore (GO) adalah infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Bakteri ini menular dari hubungan seksual dengan orang yang sudah terinfeksi.

Bergonta-ganti pasangan meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri Neisseria gonorrhoeae.

“Gonore itu seperti terjadi pilek, tapi bukan di lubang hidung, tapi dari saluran kemih. Jika tidak diobati meningkatkan risiko kemandulan,” kata dokter spesialis kulit dan kelamin Anthony Handoko dalam virtual media briefing, Rabu (5/8/2020).

Data terakhir dari WHO menunjukkan terdapat 98 juta kasus baru gonore di dunia. Gonore merupakan infeksi menular seksual terbanyak kedua di dunia, setelah klamidia. Gonore umumnya terjadi pada usia produktif 15-49 tahun juga pada orang yang aktif secara seksual.

Penularan Gonore

Gonore menular melalui kontak seksual dari manusia ke manusia. Penularan dapat terjadi melalui kontak genital atau alat kelamin ke alat kelamin, oro-genital atau oral dan alat kelamin, serta ano-genital atau anus dan alat kelamin.

Bakteri penyebab gonore tidak dapat bertahan lama di udara bebas, kering, dan suhu di atas 39 derajat Celcius. Bakteri ini hanya dapat menempel ke selaput lendir yang terdapat di rongga mulut, saluran kemih, dan dubur.

“Jadi, tidak mungkin dari handuk atau sprei. Tidak mungkin juga menempel di kulit,” ujar Anthony yang merupakan CEO Klinik Pramudia.

Masa inkubasi Neisseria gonorrhoeae hingga menimbulkan gejala umumnya berlangsung sangat singkat yakni 2-5 hari.

Gejala Gonore

Setelah masa inkubasi, gonore bakal mulai menimbulkan gejala klinis. Gejala klinis muncul karena infeksi lokal.

Pada laki-laki, infeksi dapat terjadi di saluran sperma, prostat, saluran dubur, dan saluran makan. Sedangkan para perempuan, infeksi terjadi di mulut rahim, kelenjar bartholini, saluran dubur, saluran makan, saluran telur, dan radang panggul.

Terdapat perbedaan gejala pada laki-laki dan perempuan karena anatomis yakni panjang saluran kemih yang berbeda. Gejala gonore pada laki-laki umumnya lebih mudah diketahui dibandingkan gejala pada perempuan yang cenderung asimtomatik.

Pada pria, gonore mengeluarkan gejala serupa dengan pilek yakni nanah.

“Pada pria gejala yang paling jelas adalah keluar nanah, bentuknya seperti ingus putih, makanya disebut pilek,” ucap Anthony.

Berikut gejala gonore pada laki-laki

– Pilek atau nanah putih kehijauan dari penis

– Sakit saat berkemih

– Lubang kemih merah dan bengkak

Gonore pada perempuan tidak menimbulkan gejala atau asimtomatik. Namun, ditandai dengan nanah di mulut rahim. Jika tidak diobati dapat menyebabkan sejumlah masalah serius.

“Pada wanita tidak punya keluhan, sehingga sulit dideteksi. Umumnya, diketahui saat infeksi sudah parah atau ketika suami berobat dan membawa istri,” terang Anthony.

Komplikasi

Gonore yang tidak segera diobati dapat berimplikasi menyebabkan komplikasi. Berikut komplikasi yang timbul karena gonore.

– Infertilitas atau kemandulan

Infeksi gonore merusak organ reproduksi sehingga dapat menyebabkan kemandulan. Pada laki-laki, gonore mengganggu produksi sperma. Sedangkan pada perempuan, gonore mengganggu indung telur.

– Kehamilan ektopik

Gonore yang mengganggu indung telur dapat membuat seorang perempuan hamil di luar kandungan atau ektopik.

– Pada bayi

Bayi yang lahir dari seorang ibu yang terinfeksi gonore dapat mengalami infeksi konjungtiva saat persalinan dan terpapar nanah atau bakteri gonore. Infeksi ini dapat menyebabkan kebutaan.

– Sistemik

Dalam jangka waktu yang lama, gonore yang tak diobati dapat meluas menyebabkan infeksi jantung, selaput otak, dan kerusakan berbagai organ.
Pengobatan Gonore

Gonore dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat. Pengobatan dilakukan dengan terapi ganda atau dua jenis antibiotik. Antibiotik harus diberikan dan dikonsumsi dengan dosis yang tepat untuk mencegah resistensi dan mutasi bakteri .

Segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Jangan malu memeriksakan infeksi seksual menular karena jika tidak diobati justru dapat menimbulkan risiko yang lebih berbahaya.

“Penyakit ini bisa sembuh, jangan ragu atau malu untuk periksa ke dokter,” ujar Anthony. (cnn)

Bagikan ke temanmu
SUMBERCNN Indonesia
BAGIKAN

LEAVE A REPLY